BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Manusia merupakan
makhluk yang mempunyai akal, jasmani dan rohani. Melalui akalnya manusia
dituntut untuk berfikir menggunakan akalnya untuk menciptakan sesuatu yang
berguna dan bermanfaat bagi
dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Melalui
jasmaninya manusia dituntut untuk menggunakan fisik / jasmaninya melakukan
sesuatu yang sesuai dengan fungsinya dan tidak bertentangan dengan norma-norma
yang berlaku di masyarakat. Dan melalui rohaninya manusia dituntut untuk
senantiasa dapat mengolah rohaninya yaitu dengan cara beribadah sesuai dengan
agama dan kepercayaan yang dianutnya.
Manusia, masyarakat
dan kebudayaan merupakan satu kesatuaan yang tidak dapat dipisahkan dalam
artinya yang utuh. Masyarakat adalh kumpulan manusia yang hidup dalam suatu
daerah tertentu, yang telah cukup lama, dan mempunyai aturan-aturan yang
mengatur mereka untuk menuju tujuan yang sama. Sedangkan kebudayaan adalah
sebagai jalan atau arah didalam bertindak dan berpikir, sehubungan dengan pengalaman-pengalaman
yang fundamental, dan sebab itulah kebudayaan itu tidak dapat dilepaskan dengan
individu dan masyarakat.
Pada masa sekarang istilah ke batasan yang jelas. kebudayaan
dan peradaban tidak mepunyai perbedaan adalah sebuah keyakinan yang mendasar
bahwa visi bagi manusia hidup adalah untuk membentuk peradaban, membuat dunia
menjadi lebih baik, menjadi seorang pemimpin. Seharusnya manusia hidup tidak
hanya untuk dirinya sendiri, tapi bergerak lincah sedemikian rupa untuk
menjadikan alam beserta isinya sebagai objek yang menjadi ladang bagi gerak
dalam membangun peradaban.Oleh sebab itu lah penulis menyusun makalah ini agar
kita dapat lebih memahami kembali mengenai pengertian manusia dan peradaban.Antara manusia dan peradaban mempunyai hubungan yang sangat erat karena
diantara keuanya saling mendukung untuk menciptakan suatu kehidupan yang sesuai
kodratnya. Suatu peradaban timbul karena ada yang menciptakannya yaitu
diantaranya ada faktor manusianya yang melaksanakan peradaban tersebut.
Suatu peradaban
mempunyai wujud, tahapan dan dapat berevolusi / berubah sesuai
dengan perkembangan zaman. Dari peradaban pula dapat mengakibatkan suatu
perubahan pada kehidupan sosial. Perubahan ini dapat diakibatkan karena
pengaruh modernisasi yang terjadi di masyarakat.
Masyarakat yang beradab dapat diartikan
sebagai masyarakat yangmempunyai sopan santun dan kebaikan budi
pekerti. Ketenangan, kenyamanan, ketentraman, dan kedamaian sebagai makna
hakiki manusia beradab dan dalam pengertian lain adalah suatu kombinasi yang
ideal antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum.
Perkembangan dunia
IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar
biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang
sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa
digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis, Demikian juga ditemukannya
formulasi-formulasi baru kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser
posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktifitas manusia.
1.2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah
ini yang tibul dari latar belakang poin di atas, maka yang menjadi rumusan
masalah pada penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1)
Pengertian manusia dan peradaban?
2)
Hakekat Manusia
sebagai makhluk beradab dan masyarakat adab?
3)
Evolusi budaya dan wujud peradaban dalam
kehidupan sosial?
4)
Dinamika peradaban global?
5)
Problematika peradaban global pada
kehidupan manusia?
1.3. Tujuan
Adapun yang tujuan
yang akan di dapat dalam penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut:
1)
Mengetahui pengertian manusia dan peradaban
2)
Mengetahui Hakekat Manusia
sebagai makhluk beradab dan masyarakat adab
3)
Mengetahui Evolusi budaya dan wujud peradaban dalam kehidupan sosial
4)
Mengetahui Dinamika peradaban global
5)
Mengetahui Problematika peradaban global pada kehidupan manusia
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Manusia Dan Peradaban
1.
Pengertan manusia
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan
dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan-aturan Tuhan. Ada
beberapa pengertian manusia menurut para ahli diantaranya:
Ø
Menurut Sokrates,
Manusia adalah makhluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar
dan lebar.
Ø
Menurut Nicolaus
dan Sudiarja, Manusia itu bhineka tetapi tunggal. Bhineka karena terdiri dari
jasmani dan rohani akan tetapi satu karena jasmani dan rohani terdapat dalam
satu jasad.
Ø
Menurut Omar
Muhammad, Manusia adalah makhluk yang paling mulia karena dapat berpikir.
Manusia itu memiliki 3 dimensi yaitu badan, akal dan ruh. Manusia juga disebut
sebagai makhluk individu dan makhluk social.
Manusia sebagai
makhluk individu Manusia sebagai makhluk individu apabila unsur-unsur tersebut
tidak terbagi atau dapat dikatakan tetap berada dalam satu kesatuan yang utuh.
Manusia sebagai makhluk social Manusia dikatakan makhluk sosial apabila kita
tidak bisa hidup sendiri dan selalu membutuhkan pertolongan dari orang lain.
Menurut Mead, pengembangan diri manusia berlangsung beberapa tahap, yaitu:
ü Play stage
(bermain)
ü Game stage
(bertanding)
ü Significant other
(bersama orang dekat)
ü Generalized other
(bersama masyarakat secara umum)
Sedangkan agen-agen dari tahap-tahap tersebut meliputi:
ü Keluarga
ü Teman sebaya
ü Sekolah
ü Media masa
2.
Pengertian
Peradaban
Peradaban berasal dari kata adab yang
berarti kesopanan, kehormatan, budi bahasa dan etiket. Lawannya adalah biadab,
kasar, kurang ajar dan tak tahu pergaulan. Peradaban adalah seluruh kehidupan
sosial, politik, ekonomi, dan ilmu teknik untuk kegunaan praktis.Peradaban
sebagai suatu perwujudan budaya yang didasarkan pada akal (rasio) semata-mata
dengan mengabaikan nurani akan berlainan dengan perwujudan budaya yang
didasarkan pada akal, nurani, dan kehendak sebagai kesatuan yang utuh.
Manusia yang beradab adalah manusia yang
memiliki kesopanan dan berbudi pekerti. Manusia yang tidak beradab =
biadab. Berikut penjelasan mengenai ukuran akhlak, kesopanan dan budi
pekerti;
ü
Prof. Dr. Koentjaraningrat,
peradaban ialah bagian- bagian kebudayaan yang halus dan indah seperti
kesenian.
ü
Oswald Spengl
(1880-1936) Kebudayaan ialah wujud dari seluruh kehidupan adat, industrial
filsafat dan sebagainya, peradaban ialah kebudayaan yang sudah tidak tumbuh
lagi, sudah mati.
Peradaban didefinisikan sebagai keseluruhan
kompleksitas produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi negara, ras, suku
atau agama yang membedakannya dari yang lain.Beradab setidaknya sebuah
masyarakat bersifat relatif dan harus ada norma. Kebutuhan akan adab dengan
peradaban mengacu pada masyarakat yang memiliki organisasi sosial, kebudayaan
dan cara berkehidupan yang sudah maju yang menyebabkan berbeda dari masyarakat
lain.
Peradaban merupakan tahap kebudayaan
tertentu dan telah maju yang bercirikan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi,
seni dan lain-lain. Masyarakat memiliki peradaban yang berbeda-beda satu sama
lain.
Beberapa pendapat mengenai peradaban yang disampaikan oleh
para ahli:
ü
Menurut Oswalg
Spengl, Peradaban adalah kebudayaan yang mengalami perubahan dan menekankan
pada kesejahteraan fisik dan material.
ü
Menurut Anne Ahira,
Peradaban adalah kebudayaan yang mengalami kemajuan yang tinggi.
ü
Menurut KBBI,
Peradaban adalah kemajuan yang menyangkut sopan santun, budi bahasa dana
kebudayaan suatu bangsa.
Dalam kebudayaan Barat, manusia beradab
adalah yang berpendidikan, sopan dan berbudaya. Ciri penting dalam definisi
peradaban adalah berbudaya (cultured), antara lain: melek huruf (lettered).
2.2. Hakekat Manusia Sebagai Makhluk Beradab dan Masyarakat Adab
1. Makna Manusia
Manusia beradab karena dalam jiwanya dilengkapi dengan akal,
nurani, dan kehendak. Akal berfungsi sebagai alat pikir dan sumber ilmu
pengetahuan dan teknologi. Nurani berfungsi sebagai alat merasa, menentukan
kata hati dan sumber kesenian. Kehendak berfungsi sebagai alat memutus,
menentukan kebutuhan, dan sumber kegunaan. Manusia dan peradaban adalah hal yang tidak bisa terpisahkan
karena manusia itu memiliki cipta, rasa dan karsa. Cipta, rasa dan karsa itu
akan menimbulkan perkembangan pengetahuan yang berasal dari suatu budaya. Nah,
dari hal itulah kebudayaan akan mengalami kemajuan sehingga dikatakan sebagai
peradaban. Contoh : zaman dahulu, manusia menanam karet dan hanya menunggu
hasil berdasarkan kemampuan alam untuk memproduksi. Tetapi sekarang tidak lagi
karena ada perkembangan seperti pupuk, dan itu akan menumbuhkan karet dengan
cepat.
Manusia seutuhnya
adalah sebuah matriks yang mempunyai akal, jasmani dan rohani. Melalui akalnya
manusia dapat menciptakan dan mengembangkan teknologi, lewat jasmaninya manusia
dapat menerapkan dan merasakan kemudahan yang diperolehnya dari teknologi
tersebut sedangkan melalui rohani terciptalah peradaban. Lebih dari itu melalui
ketiganya (akal, jasmani, rohani) manusia dapat membuat perubahan di berbagai
bidang sesuai dengan perjalanan waktu yang dilaluinya sebagai upaya penyesuaian
terhadap perubahan yang terjadi pada lingkungan sekitarnya. Aspek inilah yang
menjadi pembeda antara manusia dengan mahluk lainnya dalam hal kemampuannya
beradaptasi dengan alam.
Manusia dalam kehidupannya mempunyai
tiga fungsi, yaitu :
1)
Sebagai makhluk tuhan
2)
Sebagai makhluk
individu
3)
Sebagai makhluk sosial
budaya
Sebagai makhluk
pribadi, manusia terus melakukan interaksi dengan sesamanya sebagai jalan
mencari pemahaman tentang dirinya, lingkungan dan sarana untuk pemenuhan
kebutuhan yang tidak dapat diperolehnya sendiri. Interaksi tersebut sebagai
cikal terbentuknya suatu komunitas sosial yang selanjutnya melahirkan
aturan-aturan dan norma yang disepakati bersama untuk mengatur interaksi yang
terjadi tersebut. Sejarah peradaban manusia menunjukkan bahwa konsep dasar
keorganisasian dan manajemen bukan merupakan sesuatu yang baru. Beberapa
peninggalan bersejarah baik yang berupa bangunan, tulisan atau yang sejenisnya
dari beberapa dinasti di seluruh dunia yang dibuat beberapa ribu tahun silam
merupakan saksi bisu yang menguatkan pernyataan di atas. Keberadaan dinasti tersebut
seolah mengatakan bahwa masyarakat pada saat itu sudah mengenal organisasi yang
mengatur segala macam interaksi yang terjadi antar individu dalam masyarakat,
sedangkan peninggalan sejarah (misalnya tujuh keajaiban dunia) bisa dikatakan
sebagai sebuah maha karya yang tak akan terwujud bila proses pembuatannya tidak
menggunakan konsep manajemen yang benar-benar brilian.
2. Makna Adab dan Peradaban
Istilah peradaban
dalam bahasa Inggris disebut Civilization. Istilah peradaban
sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita terhadap
perkembangan kebudayaan. Definisi peradaban menurut Koentjaraningrat menyatakan
bahwa peradaban merupakan bagian dan unsur kebudayaan yang halus, maju, dan
indah seperti misalnya kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan,
kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai system
teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks.
Pada waktu
perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya berwujud unsur-unsur budaya yang
bersifat halus, indah, tinggi, sopan, luhur dan sebagainya, maka masyarakat
pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi.
Tinggi rendahnya
peradaban suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh faktor:
ü
Pendidikan,
ü
Kemajuan teknologi dan
ü
Ilmu pengetahuan.
2.3. Evolusi Budaya Dan Wujud Peradaban Dalam Kehidupan Sosial
Budaya
1. Wujud Peradaban
Orang Barat yang
mempunyai peradaban tinggi dengan teknologi canggih belum tentu kebudayaannya
tinggi jika semua itu hanya akan membinasakan umat manusia.
a)
Nilai berarti
mempertimbangkan untuk menentukan apakah sesuatu itu bermanfaat atau tidak,
hasil penilaian disebut nilai (value).
b)
Moral adalah
kebiasaan berbuat baik disebut perbuatan moral atau susila. Moral bersifat
kodrati, artinya manusia sejak diciptakan dibekali dengn sifat-sifat baik,
jujur, dan adil.
c)
Norma adalah suatu
aturan yang berlaku, bersifat mengikat, norma diperlukan dalam menuntun sikap
dan tingkah laku manusia.
d) Etika adalah ilmu tentang kebiasaan yang baik berupa
perilaku.
e)
Estetika adalah ilmu
yang mengkaji tentang sifat estetis suatu objek dan merupakan bagian dari ilmu
filsafat yang menelaah dan membahas aspek-aspek keindahan sesuatu mengenai
rasa, sifat, norma, cara menanggapi dan cara membandingkannya dengan
menggunakan penilaian perasaan.
2. Evolusi Budaya dan
Tahapan Peradaban
a)
gelombang pertama sebagai tahap peradaban pertanian, dimana dimulai kehidupan baru dari
budaya meramu ke bercocok tanam. ( revolusi agraris).
b)
gelombang kedua sebagai tahap
peradaban industri penemuan mesin uap, energi listrik, mesin untuk mobil dan
pesawat terbang.(revolusi industri).
c)
gelombang ketiga sebagai tahap
peradaban informasi. Penemuan TI dan komunikasi dengan computer atau alat
komunikasi digital.
Evolusi (perubahan)
budaya dapat berakibat positif, yaitu memperkaya nilai-nilai kehidupan yang
sudah ada, mendorong kearah kemajuan dan menyejahterakan kehidupan masyarakat.
Selain itu, evolusi budaya juga dapat berakibat negative, yaitu merusak nilai-nilai
kehidupan yang sudah ada, menghambat kemajuan, memperburuk sendi-sendi
kehidupan, dan merugikan masyarakat sehingga terjadi krisis kemasyarakatan.
Perwujudan budaya
dapat menekankan pada akal (rasio) saja atau menekankan pada semua unsur akal,
nurani, dan kehendak sebagai satu kesatuan utuh. Dengan penekanan pada akal,
muncul pernyataan ada peradaban tinggi dan ada peradaban rendah karena diukur
dengan tingkat berpikir manusia.
2.4. Dinamika Peradaban Global
1.Tradisi
Tradisi (Bahasa Latin: traditio,
"diteruskan") atau kebiasaan, dalam pengertian yang
paling sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak lama dan
menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari
suatu negara, kebudayaan, waktu, atau agama yang sama. Tradisi adalah suatu kebiasaan, suatu kepercayaan yang sudah
mendarah daging pada suatu masyarakat, yang jika tidak dilaksanakan akan
mengakibatkan suatu kejelekan.
2. Modernisasi
Modernisasi berasal dari bahasa latin yaitu modo (cara) dan ernus (masa
kini). Secara harfiah modernisasi berarti proses menuju masa kini atau proses
menuju masyarakat yang modern Modernisasi diartikan sebagai perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra
modern menuju kepada suatu masyarakat yang modern. Proses modernisasi mencakup proses yang sangat luas. Kadang-kadang
batasnya tidak dapat ditetapkan secara mutlak. Mungkin disuatu daerah tertentu,
modernisasi mencakup pemberantasan buta huruf, namun bisa berarti berbeda di
daerah lain. Dalam kehidupan manusia disadari bahwa
sesuatu yang baik, indah, dan berguna akan menciptakan kesenangan, kebahagiaan,
dan kedamaian bagi semua orang.
Dengan dasar
pengertian di atas maka secara garis besar istilah modern mencakup pengertian
sebagai berikut.
a)
Modern berarti berkemajuan yang rasional
dalam segala bidang dan meningkatnya tarat penghidupan masyarakat secara
menyeluruh dan merata.
b)
Modern berarti berkemanusiaan dan tinggi
nilai peradabannya dalampergaulan hidup dalam
masyarakat.
Soerjono Soekanto mengemukakan
bahwa sebuah modernisasi memiliki syarat-syarat tertentu, yaitu sebagai berikut
:
b)
Sistem administrasi negara yang baik, yang
benar-benar mewujudkan birokrasi.
c)
Adanya sistem pengumpulan data yang baik
dan teratur yang terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu.
d) Penciptaan iklim
yang menyenangkan dan masyarakat terhadap modernisasi dengan cara
penggunaan alat-alatkomunikasi massa.
e)
Tingkat organisasi
yang tinggi yang di satu pihak berarti disiplin, sedangkan di lain pihak
berarti pengurangan kemerdekaan.
Adapun syarat-syarat dari modernisasi terdiri dari :
1.
Cara berfikir
ilmiah.
2.
Sistem administrasi
Negara yang baik.
3.
Kedisiplinan yang
tinggi.
4.
Mampu menciptakan
suasana yang kondusif.
3. Masyarakat Madani
Dalam Bahasa Inggris, ia berasal dari kata
civil society atau masyarakat sipil, sebuah kontraposisi dari masyarakat
militer. Merujuk pada
Bahmueller (1997), ada beberapa karakteristik masyarakat madani, diantaranya:
1.
Terintegrasinya individu-individu dan
kelompok-kelompok ekslusif kedalam masyarakat melalui kontrak sosial dan
aliansi sosial.
2.
Menyebarnya kekuasaan sehingga
kepentingan-kepentingan yang mendominasi dalam masyarakat dapat dikurangi oleh
kekuatan-kekuatan alternatif.
3.
Dilengkapinya program-program pembangunan
yang didominasi oleh negara dengan program-program pembangunan yang berbasis
masyarakat.
4.
Terjembataninya kepentingan-kepentingan
individu dan negara karena keanggotaan organisasi-organisasi masyarakat mampu
memberikan masukan-masukan terhadap keputusan-keputusan pemerintah.
Dari beberapa ciri tersebut, kiranya dapat
dikatakan bahwa masyarakat madani adalah sebuah masyarakat
demokratis dimana para anggotanya menyadari akan hak-hak dan kewajibannya dalam
menyuarakan pendapat dan mewujudkan kepentingan-kepentingannya; dimana
pemerintahannya memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi kreatifitas warga
negara untuk mewujudkan program-program pembangunan di wilayahnya.
Perubahan menyebabkan ketidaksesuaian
antara unsur-unsur social yang ada dalam masyarakat sehingga menghasilkan suatu
pola kehidupan yang tidak sesuai dengan fungsinya bagi masyarakat yang
bersangkutan.
Penyebab atau faktor –
faktor terjadinya perubahan :
Faktor intern :
a)
Bertambah dan berkurangnya penduduk.
b)
Adanya penemuan – penemuan baru.
c)
Konflik dalam masyarakat.
d) Pemberontakan dalam
masyarakat
Faktor extern
a)
Faktor alam yang berubah.
b)
Pengaruh kebudayaan lain
2.5. Problematika
Peradaban Global Pada Kehidupan Manusia.
1. Kemajuan IPTEK Bagi Peradaban Manusia
Secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara.
Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk
memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat.
Sedangkan menurut Jaques Ellul (1967: 1967 xxv) memberi arti teknologi
sebagai” keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri
efisiensi dalam setiap bidang kegiatan manusia”Pengertian teknologi secara umum
adalah: proses yang meningkatkan nilai tambah, produk yang
digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja, Struktur atau sistem di
mana proses dan produk itu dikembangkan dan digunakan Kemajuan teknologi
adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena
kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan.
Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas
manusia. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan
manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal
negatif.
2. Dampak Globalisasi Bagi Peradaban Manusia
Arus globalisasi saat ini telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan
budaya bangsa Indonesia . Derasnya arus informasi dan telekomunikasi ternyata
menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai
pelestarian budaya. Perkembangan 3T (Transportasi, Telekomunikasi, dan
Teknologi) mengkibatkan berkurangnya keinginan untuk melestarikan budaya negeri
sendiri . Budaya Indonesia yang dulunya ramah-tamah, gotong royong dan sopan
berganti dengan budaya barat, misalnya pergaulan bebas. Saat ini, ketika
teknologi semakin maju, ironisnya kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut semakin
lenyap di masyarakat. Padahal kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut, bila
dikelola dengan baik selain dapat menjadi pariwisata budaya yang menghasilkan
pendapatan untuk pemerintah baik pusat maupun daerah, juga dapat menjadi lahan
pekerjaan yang menjanjikan bagi masyarakat sekitarnya. Hal lain yang merupakan
pengaruh globalisasi adalah dalam pemakaian bahasa indonesia yang baik dan
benar (bahasa juga salah satu budaya bangsa).
Beberapa tindakan untuk
mencegah terjadinya pergeseran kebudayaan/peradaban yang disebabkan oleh
pengaruh globalisasi, diantaranya yaitu :
1.
Pemerintah perlu mengkaji
ulang peraturan-peraturan yang dapat menyebabkan pergeseran budaya bangsa.
2.
Masyarakat perlu
berperan aktif dalam pelestarian budaya daerah masing-masing khususnya dan
budaya bangsa pada umumnya.
3.
Para pelaku usaha
media massa perlu mengadakan seleksi terhadap berbagai berita, hiburan dan
informasi yang diberikan agar tidak menimbulkan pergeseran budaya.
4.
Masyarakat perlu
menyeleksi kemunculan globalisasi kebudayaan baru, sehingga budaya
yang masuk tidak merugikan dan berdampak negative.
5.
Masyarakat harus
berati-hati dalam meniru atau menerima kebudayaan baru, sehingga pengaruh
globalisasi di negara kita tidak terlalu berpengaruh pada kebudayaan yang
merupakan jati diri bangsa kita.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Manusia seutuhnya adalah sebuah matriks yang mempunyai akal, jasmani dan
rohani. Manusia dalam kehidupannya mempunyai tiga fungsi, yaitu : Sebagai
makhluk tuhan, Sebagai makhluk individu dan Sebagai makhluk sosial budaya
Peradaban merupakan bagian dan unsur kebudayaan yang halus, maju, dan indah
seperti misalnya kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan,
kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai system
teknologi dan masyarakat kota yang maju dan
kompleks. Masyarakat yang beradabdapat didefinisikan
sebagai masyarakatyang mempunyai sopan santun dan kebaikan budi
pekerti.
Manusia adalah
makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk
kepada aturan-aturan Tuhan. Peradaban berasal dari kata adab yang berarti
kesopanan, kehormatan, budi bahasa dan etiket. Lawannya adalah biadab, kasar,
kurang ajar dan tak tahu pergaulan. Peradaban adalah seluruh kehidupan sosial,
politik, ekonomi, dan ilmu teknik untuk kegunaan praktis. Peradaban sebagai
suatu perwujudan budaya yang didasarkan pada akal (rasio) semata-mata dengan
mengabaikan nurani akan berlainan dengan perwujudan budaya yang didasarkan pada
akal, nurani, dan kehendak sebagai kesatuan yang utuh.
Perkembangan
peradaban akan selalu menimbulkan benturan, ini adalah pandangan dari abang
Huntington. Ia menyebutnya sebagai Clash Civilization. Perkembangan peradaban
akan selalu seiring dengan timbulnya benturan-benturan seperti peradaban barat
dan peradaban timur. Manusia dan peradaban adalah hal yang tidak bisa
terpisahkan karena manusia itu memiliki cipta, rasa dan karsa. Cipta, rasa dan
karsa itu akan menimbulkan perkembangan pengetahuan yang berasal dari suatu
budaya. wujud-wujud peradaban: Nilai berarti mempertimbangkan untuk menentukan
apakah sesuatu itu bermanfaat atau tidak, hasil penilaian disebut nilai
(value).
Moral adalah kebiasaan berbuat baik disebut perbuatan moral
atau susila. Moral bersifat kodrati, artinya manusia sejak diciptakan dibekali
dengn sifat-sifat baik, jujur, dan adil. Norma adalah suatu aturan yang
berlaku, bersifat mengikat, norma diperlukan dalam menuntun sikap dan tingkah
laku manusia. Etika adalah ilmu tentang kebiasaan yang baik berupa perilaku.
Estetika adalah ilmu yang mengkaji tentang sifat estetis suatu objek dan
merupakan bagian dari ilmu filsafat yang menelaah dan membahas aspek-aspek
keindahan sesuatu mengenai rasa, sifat, norma, cara menanggapi dan cara
membandingkannya dengan menggunakan penilaian perasaan.
3.2. Saran
Adapun saran dalam
penyusunan makalah ilmu sosial budaya dasar yang apat di tarik untuk
penyampaian pesan bagi penyusun maupun pembaca itu sendiri sebagai berikut:
1.
Saran kami dalam
makalah ini adalah hakikat seorang Manusia beradab
karena dalam jiwanya dilengkapi dengan akal, nurani, dan kehendak. Jadi sudah
jelas bahwasanya manusia adalah makluk yang berakal jadi dalam hal ini kita
sebagai mahasiswa perfikir harus secara rofesional dan memiliki hati nurani
dalam menuntut ilmu dan menerapkan kepada lingkungan masyarakat.
2.
Kita telah
ketahui teknologi adalah suatu wadah untuk memenuhi kebuthan manusia dalam
bantuan akal dan alat jadi dalam hal ini mahasiswa di tuntut untuk memanfaatkan
perkembangan teknologi itu sendiri sesuai dengan kaidaya masing-masing.
DAFTAR PUSTAKA
http://nurhalimahblog.blogspot.com/2012/05/makalah-manusia-dan-peradaban.html http://wasitoadi.blogspot.com/2012/10/makalah-manusia-dan-peradaban.html
Tim
Penulis.2010. Bahan Ajar: Ilmu
Sosial dan Budaya Dasar .Unit PenerbitanUniversitas Negeri Jakarta:
Jakarta.
Prasetya, Joko Tri. 1991.Ilmu
Budaya Dasar . Rineka Cipta: Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar