Sebagai salah satu pengemban profesi
guru sungguh saya menyayangkan bahwa sejauh ini yang mengemuka adalah
kesan betapa gurulah yang lebih sering menjadi salah satu pihak
tertuduh sebagai kambing hitam atas carut marut pendidikan di negeri
ini. Masyarakat sedemikian antusias menyimak dan berkomentar ketika
media massa lebih banyak memberitakan hal-hal negatif mengenai guru.
Tidak kalah antusiasnya, para
pejabat pun dalam pidatonya tidak jarang
mencibir dan terkesan menyudutkan guru ketika hasil UN kurang
menggembirakan. Mereka seakan lupa dan abai akan teori belajar yang
jelas-jelas menyebutkan bahwa selain guru terdapat faktor-faktor lain
yang memegang peranan sangat strategis dalam menentukan keberhasilan
siswa dalam belajar.
Saya tiada henti-hentinya menegaskan
kepada para siswa bahwa salah satu ciri khas belajar adalah proses
mengulang-ulang. Bahkan pagi tadi saya kembali menegaskan hal itu dengan
menanyakan kepada siswa kelas IX yang sebentar lagi menempuh ujian,
“Hayo terus terang saja, siapa diantara kalian yang di rumah suka
membaca/mempelajari kembali/mengulang apa yang sudah dibahas saat
Kegiatan Belajar Mengajar di kelas?” Tak satupun siswa menjawab. Lagi,
saya lontarkan pertanyaan, “Kalian di rumah tidak pernah belajar?”
Sebagian besar siswapun memberi respon dengan manggut-manggut, alias
mengi-ya-kan. Resiko akan keadaan ini, mengingat memory span manusia
terbatas, ya lupa.
Contoh kasus di atas kiranya perlu
dianalisa, mengapa siswa malas belajar saat mereka tidak berada di
sekolah. Menurut pendapat saya hal ini lebih disebabkan karena faktor
kurang adanya motivasi. Guru, orang tua, dan masyarakat sangat menopang
guna terciptanya motivasi ini. Selain motivasi tentu masih banyak
faktor lain yang mempengaruhi seberapa jauh siswa berhasil dalam
belajar. Secara garis besar faktor-faktor tersebut antara lain:
Faktor InternalBiologis
- Kondisi fisik yang normal atau tidak memiliki cacat sejak dalam kandungan sampai sesudah lahir; meliputi keadaan otak, panca indera, anggota tubuh.
- Kondisi kesehatan fisik. Kondisi fisik yang sehat dan segar sangat mempengaruhi keberhasilan belajar. Di dalam menjaga kesehatan fisik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain pola makan dan minum, olahraga teratur serta cukup istirahat/tidur.
Intelegensi
Faktor intelegensi besar sekali pengaruhnya terhadap kemampuan belajar anak. Gardner, dalam teori Multiple Intellegence-nya menyatakan bahwa intelegensi memiliki 8 dimensi, yaitu:
- linguistik
- musik
- matematik logis
- visual spesial
- kinestetik fisik
- interpersonal
- intrapersonal
- naturalistik
Kondisi mental yang dapat menunjang keberhasilan belajar adalah kondisi mental yang mantap dan stabil.
Minat, Motivasi, dan Bakat
- Minat yang besar terhadap sesuatu terutama dalam belajar akan mengakibatkan proses belajar lebih mudah dilakukan.
- Motivasi merupakan dorongan agar anak mau melakukan sesuatu. Motivasi bisa berasal dari dalam diri anak sendiri ataupun dari luar. Motivasi inilah yang menurut saya yang paling dominan dalam menentukan siswa akan berhasil dalam belajar atau tidak. Peran guru, orang tua, dan lingkungan masyarakat sangat sangat signifikan dalam membangkitkan motivasi ini.
- Bakat, bukan menentukan mampu atau tidaknya seseorang dalam suatu bidang, melainkan lebih banyak menentukan tinggi rendahnya kemampuan seseorang dalam suatu bidang.
Cara belajar
Meliputi teknik belajar, bagaimana bentuk catatan di buku, pengaturan waktu, tempat serta fasilitas belajar.
Faktor Eksternal
Lingkungan Keluarga
Faktor lingkungan rumah atau keluarga ini
merupakan lingkungan pertama dan utama dalam menentukan keberhasilan
belajar seseorang. Suasana lingkungan rumah yang tenang dan damai,
adanya motivasi dan perhatian orangtua terhadap perkembangan belajar
anak-anaknya akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar
siswa.
Lingkungan Sekolah
Hal yang paling mempengaruhi keberhasilan
belajar siswa di sekolah meliputi pendekatan dan metode mengajar,
kurikulum, hubungan guru dengan siswa, hubungan siswa dengan siswa,
pelajaran, tata tertib yang ditegakkan secara konsekwen dan konsisten,
juga sarana dan prasarana yang tersedia.
Lingkungan Masyarakat
Lingkungan masyarakat juga sangat mempengaruhi belajar siswa. Lingkungan masyarakat yang berpendidikan dan bermoral baik sangat mendukung keberhasilan siswa dalam belajar.
Lingkungan masyarakat juga sangat mempengaruhi belajar siswa. Lingkungan masyarakat yang berpendidikan dan bermoral baik sangat mendukung keberhasilan siswa dalam belajar.
Sebagai penutup, tulisan ini bukan
semata-mata merupakan bentuk pembelaan diri guru, melainkan lebih
bertujuan untuk membangkitkan kesadaran kita semua bahwa pendidikan
sesungguhnya merupakan hal yang kompleks yang menjadi tanggung jawab
kita bersama dan salah satu solusi mereduksi permasalahan edukasi di
negeri ini adalah mengoptimalkan sinergi antara pihak sekolah dengan
keluarga dan masyarakat dimana siswa tinggal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar