Kamis, 15 Agustus 2013

Penentu Keberhasilan Belajar Siswa Bukan Hanya Guru


Sebagai salah satu pengemban profesi guru sungguh saya menyayangkan bahwa sejauh ini yang mengemuka adalah kesan betapa gurulah yang lebih sering menjadi salah satu pihak tertuduh sebagai kambing hitam atas carut marut  pendidikan di negeri ini. Masyarakat sedemikian antusias menyimak dan berkomentar ketika media massa lebih banyak memberitakan hal-hal negatif mengenai guru. Tidak kalah antusiasnya, para
pejabat pun dalam pidatonya tidak jarang mencibir dan terkesan menyudutkan guru ketika hasil UN kurang menggembirakan. Mereka seakan lupa dan abai akan teori belajar yang jelas-jelas menyebutkan bahwa selain guru terdapat faktor-faktor  lain yang memegang peranan sangat strategis dalam menentukan keberhasilan siswa dalam belajar.
Saya tiada henti-hentinya menegaskan kepada para siswa bahwa salah satu ciri khas belajar adalah proses mengulang-ulang. Bahkan pagi tadi saya kembali menegaskan hal itu dengan menanyakan kepada siswa kelas IX yang sebentar lagi menempuh ujian, “Hayo terus terang saja, siapa diantara kalian yang di rumah suka membaca/mempelajari kembali/mengulang apa yang sudah dibahas saat Kegiatan Belajar Mengajar di kelas?” Tak satupun siswa menjawab. Lagi, saya lontarkan pertanyaan, “Kalian di rumah tidak pernah belajar?” Sebagian besar siswapun memberi respon dengan manggut-manggut, alias mengi-ya-kan. Resiko akan keadaan ini, mengingat memory span manusia terbatas, ya lupa.
Contoh kasus di atas kiranya perlu dianalisa, mengapa siswa malas belajar saat mereka tidak berada di sekolah.  Menurut pendapat saya hal ini lebih disebabkan karena faktor kurang adanya motivasi. Guru, orang tua, dan masyarakat sangat menopang guna terciptanya motivasi ini. Selain motivasi  tentu masih banyak faktor lain yang mempengaruhi seberapa jauh siswa berhasil dalam belajar.  Secara garis besar faktor-faktor tersebut antara lain:
Faktor Internal
Biologis
  • Kondisi fisik yang normal atau tidak memiliki cacat sejak dalam kandungan sampai sesudah lahir; meliputi keadaan otak, panca indera, anggota tubuh.
  • Kondisi kesehatan fisik. Kondisi fisik yang sehat dan segar sangat mempengaruhi keberhasilan belajar. Di dalam menjaga kesehatan fisik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain pola makan dan minum, olahraga teratur serta cukup istirahat/tidur.
Intelegensi
Faktor intelegensi besar sekali pengaruhnya terhadap kemampuan belajar anak. Gardner, dalam teori Multiple Intellegence-nya menyatakan bahwa intelegensi memiliki 8 dimensi, yaitu:
  • linguistik
  • musik
  • matematik logis
  • visual spesial
  • kinestetik fisik
  • interpersonal
  • intrapersonal
  • naturalistik
Psikologis
Kondisi mental yang dapat menunjang keberhasilan belajar adalah kondisi mental yang mantap dan stabil.
Minat, Motivasi, dan Bakat
  • Minat yang besar terhadap sesuatu terutama dalam belajar akan mengakibatkan proses belajar lebih mudah dilakukan.
  • Motivasi merupakan dorongan agar anak mau melakukan sesuatu. Motivasi bisa berasal dari dalam diri anak sendiri ataupun dari luar. Motivasi inilah yang menurut saya yang paling dominan dalam menentukan siswa akan berhasil dalam belajar atau tidak. Peran guru, orang tua, dan lingkungan masyarakat sangat sangat signifikan dalam membangkitkan motivasi ini.
  • Bakat, bukan menentukan mampu atau tidaknya seseorang dalam suatu bidang, melainkan lebih banyak menentukan tinggi rendahnya kemampuan seseorang dalam suatu bidang.
Cara belajar
Meliputi teknik belajar, bagaimana bentuk catatan di buku, pengaturan waktu, tempat serta fasilitas belajar.
Faktor Eksternal
Lingkungan Keluarga
Faktor lingkungan rumah atau keluarga ini merupakan lingkungan pertama dan utama dalam menentukan keberhasilan belajar seseorang. Suasana lingkungan rumah yang tenang dan damai, adanya motivasi dan perhatian orangtua terhadap perkembangan belajar anak-anaknya akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa.
Lingkungan Sekolah
Hal yang paling mempengaruhi keberhasilan belajar siswa di sekolah meliputi pendekatan dan metode mengajar, kurikulum, hubungan guru dengan siswa, hubungan siswa dengan siswa, pelajaran, tata tertib yang ditegakkan secara konsekwen dan konsisten, juga sarana dan prasarana yang tersedia.
Lingkungan Masyarakat
Lingkungan masyarakat juga sangat mempengaruhi belajar siswa. Lingkungan masyarakat yang berpendidikan dan bermoral baik sangat mendukung keberhasilan siswa dalam belajar.
Sebagai penutup, tulisan ini bukan semata-mata merupakan bentuk pembelaan diri guru, melainkan lebih bertujuan untuk membangkitkan kesadaran kita semua bahwa pendidikan sesungguhnya merupakan hal yang kompleks yang menjadi tanggung jawab kita bersama dan salah satu solusi mereduksi permasalahan edukasi di negeri ini adalah mengoptimalkan sinergi antara pihak sekolah dengan keluarga dan masyarakat dimana siswa tinggal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar