Kamis, 15 Agustus 2013

Pengertian Sosiologi, Perkembangan sosiologi, serta Tujuan Sosiologi



A.     Pengertian sosiologi
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan manusia dengan lingkungannya. Pada postingan Pengertian dan Penjelasan tentang sosiologi ini, akan ada banyak hal yang  saya bahasadalah tentang Pengertian sosiologi, sejarah lahirnya sosiologi, dan objek studi sosiologi. Agar lebih paham pada beberapa
pokok pembahasan tersebut, alangkah lebih baik jika sobat mau membaca penjelasan ini sejenak. Sosiologi merupakan ilmu yang relatif baru jika dibandingkan dengan ilmu lainnya (seperti fisika,biologi,geografi, dan lainnya). Ilmu sosiologi ini dikembangkan oleh Auguste Comte dari Prancis. Tidak seperti illmu lainnya, sosiologi membatasi pengkajian terhadap objek kajiannya (yaitu masyarakat) agar tidak memperoleh hasil penelitian yang tidak dapat dibuktikan. Setelah kita tahu sedikit tentang sosiologi, saya harap pikiran sobat terus memacu mata sobat semua agar terus berada di softilmu.blogspot.com ini.baiklah langsung saja ke pkok pembahasan.
Sosiologi berasal dari dua kata yaitu kata socious (bahasa latin) yang artinya teman dan logos (bahasa yunani) yang berarti kata, perkataan atau pembiacaraan.Wah sosiologi ternyata punya darah campuran nih (makin menarik aja). Sedangkan secara harfiah, sosiologi berarti berbicara mengenai masyarakat.          Selanjutnya mungkin sobat ingin tahu apa pendapat para ahli tentang sosiologi ini. Baiklah saya akan menyinggung ke sana juga (tapi cukup 3 pendapat aja ya).
Pertama pendapat Ensiklopedia Ilmu Sosial, sosiologi dapat didefinisikan sebagai studi ilmiah tentang masyarakat dan tentang aspek kehidupan manusia yang diambil dari kehidupan dalam masyarakat.
Kemudian pendapat dari orang yang mengembangkan ilmu ini, ya, Auguste Comte. Menurutnya Sosiologi adalah ilmu yang terutama mempelajari manusia sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup dengan sesamanya. Kok terlalu singkat ya menurut dia? Mungkin maksudnya begini nih sobat, sosiologi mempelajari segala aspek kehidupan bersama yang terwujud dalam asosiasi-asosiasi, lembaga-lembaga, dan peradaban.
Yang terakhir pendapat dari ahli di Indonesia, Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi. Mereka mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial, proses sosial dan perubahan sosial.Nah, itulah ketiga pendapat para ahli tentang sosiologi, jika sobat masih bingung jangan ragu untuk menanyakan hal yang meragukan itu di kolom komentar. Pembahasan selanjutnya adalah..


Sejarah Lahirnya Sosiologi
          Benih-benih akan lahirnya ilmu sosiologi ini muncul pertama kali di Etopia. Hal ini terjadi karena masyarakat muai menyadari adanya perubahan-perubahan dalam perkembangan hidup mereka, khususnya masyarakat Eropa.Pada abad ke-19 banyak peristiwa besar yang terjadi sehingga memicu lahirnya masyarakat yang baru. Akibat perkembangan pola pikir dari masyarakat tersebut, pada tahu 1839 ilmu sosiologi muncul pertama kali pada keterangan sebuah paragraf dalam pelajaran ke-47 Cours de la Philosophie (kuliah filsafat) karya Auguste Comte. Walaupun pelopornya berasal dari Prancis, namun perkembangan sosiologi tersebar pada berbagai wilayah di eropa, sehingga melahirkan mazhab-mazhab yang menunjukan adanya perkembangan intelektual masyarakat baru tadi. Beberapa mazhab tersebut adalah mazhab Prancis yang ditandai dengan personalitas Emile Duekheim melalui pendekatan yang objektif dengan menggunakan model ilmu pengetahuan alam; mazhab Jerman, yang membedakan antara ilmu pengetahuan alam dengan ilmu pengetahuan kejiwaan, dalam penjelasan, serta cakupannya; mazhab Amerika yang lebih dikenal sebagai Mazhab Chicago bertujuan untuk menginterferensi dan membahas permasalahan yang konkret secara empiris dengan membangun laboratorium, melakukan penelitian, sampai mempublikasikan buku-buku dan majalah. Dari tempat-tempat lahirnya sosiologi (yaitu Prancis, Jerman, dan Amerika) cukup banyak tokoh perintis  yang memulai langkahnya untuk ilmu penggetahuan ini.
Objek Studi Sosiologi
Seperti dalam penjelasan saya pada pendahuluan, objek kajian sosiologi adalah hubungan masyarakat dengan lingkungannya, baik antar manusia maupun dengan hal lain di sekitarnya. Secara umum, sosiologi dapat dikategorikan dalam tiga tahapan studi, yaitu sifat dasar dan perkembangan manusia ; interaksi manusia dan hubungannya ; serta penyesuaian secara bersama dengan lingkungan.Nah, setelah membaca postingan ini secara menyeluruh apah sobat sudah puas mengenai penjelasannya? Jika belum silahkan luapkan ketidakpuasan sobat dalam bentuk kata-kata yang baik dan sopan dalam kotak komentar. Memang artikel ini masih banyak kekurangannya namun inilah usaha saya untuk bisa berbagi dengan sobat semuanya. Jadi jika sobat berbaik hati walaupun untuk menghibur hati saya, terus kunjungi softilmu.blogspot.com. Agar blog ini bisa terus maju.

B.     Perkembangan sosiologi
Kapan sosiologi lahir? Untuk menjawabnya, ikutilah uraian berikut. Ratusan tahun sebelum masehi pertanyaan itu sudah ada. Namun, sosiologi lahir sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat, baru muncul pada abad ke19, yang dipopulerkan oleh seorang filosof Prancis yang bernama Auguste Comte (1798–1857). Di dalam bukunya Course De Philosophie Positive, ia menjelaskan bahwa untuk mempelajari masyarakat harus melalui urutan-urutan tertentu, yang kemudian akan sampai pada tahap akhir yaitu tahap ilmiah. Dengan demikian, Comte merintis upaya penelitian terhadap masyarakat, yang selama berabad-abad sebelumnya dianggap mustahil. Atas jasanya memperkenalkan istilah sosiologi maka Comte disebut sebagai Bapak Sosiologi. Ia mengkaji sosiologi secara sistematis, sehingga sosiologi terlepas dari ilmu filsafat dan berdiri sendiri sejak pertengahan abad ke-19.

Gagasan Comte mendapat sambutan luas, terbukti dengan munculnya sejumlah ilmuwan di bidang sosiologi. Mereka antara lain, Pitirim A. Sorokin, Herbert Spencer, Karl Marx, Emile Durkheim, George Simmel, dan Max Weber.
 
Mereka semua berjasa dalam menyumbangkan beragam pendekatan untuk mempelajari masyarakat yang sangat berguna bagi perkembangan sosiologi.
Pendekatan yang mereka kemukakan antara lain sebagai berikut.
a.       Herbert Spencer Memperkenalkan pendekatan analogi organik, yang memahami masyarakat seperti tubuh manusia, sebagai suatu organisasi yang terdiri atas bagian-bagian yang tergantung satu sama lain.
b.      Karl Marx Memperkenalkan pendekatan materialisme dialektis, yang menganggap konflik antarkelas sosial menjadi intisari perubahan dan perkembangan masyarakat.
c.       Emile Durkheim Memperkenalkan fakta sosial, yang berupa penelusuran fungsi berbagai elemen sosial sebagai peningkatan sekaligus memelihara keteraturan sosial.
d.      Max Weber Memperkenalkan pendekatan tindakan sosial, yang berupa menelusuri nilai, kepercayaan, tujuan dan sikap yang menjadi penuntun perilaku masyarakat.
Secara umum, pendekatan yang dikemukakan para ilmuwan sosiologi pada abad ke-19 cenderung makro (luas). Bagi mereka, perubahan masyarakat dapat diramalkan dari ciri khas masyarakat itu sendiri. Karakteristik suatu masyarakat akan berpengaruh terhadap perilaku warganya beserta perubahan sosial yang akan terjadi. Pendekatan makro (luas) mendapat kritikan dari para ilmuwan sosiologi abad ke-20.
Pada abad ke-20 terjadi migrasi besar-besaran ke Amerika Utara tepatnya Amerika Serikat dan Kanada. Hal itu menyebabkan pertumbuhan penduduk sangat cepat, munculnya kota-kota industri lengkap dengan gejolak kehidupan kota besar, kriminalitas, sampai tuntutan emansipasi wanita. Akibat dari itu semua, perubahan masyarakat yang mencolok pun tak terhindarkan.
Istilah Sosiologi pertama kali dikenalkan oleh Augusie Comie (1728-1857), seorang filsuf Perancis. Augusie Comie mendapat julukan Bapak Sosiologi.
Perubahan masyarakat itulah yang mendorong para ilmuwan mencari pendekatan sosiologi baru, karena pendekatan makro sudah tidak sesuai dengan keadaan masyarakat modern. Untuk itu maka lahirlah sosiologi modern. Pendekatan sosiologi modern cenderung mikro atau sering disebut dengan pendekatan empiris. Artinya, perubahan masyarakat dapat dipelajari mulai dari fakta sosial demi fakta sosial yang muncul. Berdasarkan fakta sosial itu dapat ditarik kesimpulan perubahan masyarakat secara menyeluruh. Mulai saat itu disadari betapa pentingnya penelitian dalam sosiologi.
e.      Tujuan sosiologi
Ilmu sosiologi pendidikan itu sendiri merupakan ilmu yang berusaha untuk mengetahui cara-cara dalam pengendalian proses pendidikan agar nantinya memperoleh perkembangan kepribadian individu yang lebih baik. Berikut ini beberapa tujuan dari sosiologi pendidikan:
Francis Brown mengemukakan bahwa "Sosiologi pendidikan memperhatikan pengaruh keseluruhan lingkungan budaya sebagai tempat dan cara individu memperoleh dan mengorganisasikan pengalamannya".

L.A. Cook mengutamakan fungsi lembaga pendidikan dalam masyarakat dan menganalisis hubungan sosial antara sekolah dengan berbagai aspek masyarakat, misalnya: penyelidikan tentang hubungan antara masyarakat pedesaan dengan sekolah rendah dan menengah atau meneliti fungsi sekolah berhubungan dengan struktur sosial dalam lingkungan masyarakat tertentu.
Disini diusahakan menganalisis pola-pola interaksi sosial dan peranan sosial dalam masyarakat sekolah dan hubungan orang-orang didalam sekolah dengan kelompok-kelompok diluar sekolah.

Pendidikan dianggap sebagai badan yang sanggup memperbaiki masyarakat dimana pendidikan sebagai alat untuk mencapai kemajuan sosial. Sekolah dapat dijadikan alat kontrol sosial yang membawa kebudayaan ke puncak yang setinggi-tingginya.

Sejumlah ahli memandang bahwa sosiologi pendidikan sebagai alat untuk menganalisis tujuan pendidikan secara objektif dimana mencoba mencapai suatu filsafat pendidikan berdasarkan analisis masyarakat dan kebutuhan manusia.

Para ahli sosiologi pendidikan menggunakan segala sesuatu yang diketahui dalam bidang sosiologi dan pendidikan lalu memadukannya kedalam suatu ilmu baru dengan menerapkan prinsip-prinsip sosiologi kepada seluruh proses pendidikan.

Sosiologi dapat memberikan sumbangan yang berharga dalam menganalisis pendidikan, untuk memahami hubungan antar manusia didalam sekolah dan struktur masyarakat tempat sekolah itu beroperasi. Sosiologi pendidikan tidak hanya mempelajari masalah-masalah sosial dalam pendidikan melainkan juga tujuan pendidikan, bahan kurikulum, pokok-pokok praktis, etis dan sebagainya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar