A. Pengertian
Ekonomi
Pengertian ekonomi adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana
manusia mencukupi kebutuhan hidupnya. Ini didasarkan dari asal kata ekonomi
yang berasal dari bahasa Yunani yaitu oikos dan nomos. Oikos adalah rumah
tangga dan nomos berarti ilmu. Dari gabungan kata tersebut,
terbentuklah
pengertian ekonomi. Dimana dalam pengertian tersebut, menunjukkan sebuah
kondisi yang merujuk pada pengertian tentang aktivitas manusia. Khususnya pada
usaha untuk bisa mengolah sumber daya yang ada di lingkungan sekitarnya, sebagai
alat pemenuh kebutuhan hidup.
Dalam kajian ilmu pengetahuan,
ekonomi dimasukkan ke dalam bagian ilmu-ilmu sosial. Hal ini karena ekonomi
terkait dengan masalah manusia yang merupakan pokok bahasan dalam kajian ilmu
sosial. Ilmu ekonomi sendiri dibagi ke dalam tiga bidang.
Bidang pertama adalah bidang tata
buku atau lebih dikenal dengan nama akuntansi. Bidang kedua terkait dengan
teknik penataan sistem organisasi atau yang dikenal dengan manajemen. Dan yang
ketiga adalah konsep ilmu ekonomi yang membahas tentang masalah ekonomi negara
atau yang dikenal dengan ekonomi pembangunan.
B. Perkembangan
Ekonomi
Perkembangan Ekonomi
Indonesia Terbaik Kedua di Dunia.
KBR68H, Jakarta-Bank Indonesia mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada dikisaran 5,8 sampai 6,2 persen pada 2013 merupakan terbaik kedua di dunia setelah China. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, pencapaian itu berkat upaya pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga iklim investasi di Indonesia. Ditambah konsumsi masyarakat yang masih terjaga hingga menjelang lebaran ini. (Baca: BI : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan I 2013 Turun)
“Saya ingin sampaikan kalau pertumbuhan kita 5,8 sampai 6,2, itu ada dalam banyak hal karena ada konsumsi domestik dan investasi. Kita sudah mengikuti perkembangan investasi, di mana PMA kelihatan pertumbuhannya lebih rendah dari pada PMDN. Tapi tetap secara persentasi masih cukup baik,” ujar Agus di Jakarta, Selasa (30/7).
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebenarnya meleset dari target semula, yakni 6,3 persen. Target tersebut tidak tercapai karena harga BBM bersubsidi naik. Meski begitu, Bank Indonesia yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat lagi hingga mencapai 6,4 persen pada 2014. Sebab gejolak pasar akibat kenaikan BBM akan berkurang.
KBR68H, Jakarta-Bank Indonesia mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada dikisaran 5,8 sampai 6,2 persen pada 2013 merupakan terbaik kedua di dunia setelah China. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, pencapaian itu berkat upaya pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga iklim investasi di Indonesia. Ditambah konsumsi masyarakat yang masih terjaga hingga menjelang lebaran ini. (Baca: BI : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan I 2013 Turun)
“Saya ingin sampaikan kalau pertumbuhan kita 5,8 sampai 6,2, itu ada dalam banyak hal karena ada konsumsi domestik dan investasi. Kita sudah mengikuti perkembangan investasi, di mana PMA kelihatan pertumbuhannya lebih rendah dari pada PMDN. Tapi tetap secara persentasi masih cukup baik,” ujar Agus di Jakarta, Selasa (30/7).
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebenarnya meleset dari target semula, yakni 6,3 persen. Target tersebut tidak tercapai karena harga BBM bersubsidi naik. Meski begitu, Bank Indonesia yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat lagi hingga mencapai 6,4 persen pada 2014. Sebab gejolak pasar akibat kenaikan BBM akan berkurang.
C. Tujuan
Ekonomi
Jika kebijakan ekonomi tidak
dijalankan maka di dalam suatu negara yang akan terjadi tidak akan stabilnya
perekonomian di suatu Negara. Di dalam ekonomi tujuan yang penting meliputi:
·
Stabilitas
ekonomi
Banyak hal yang mempengaruhi
stabilitas ekonomi dimana bila salah satunya ada yang naik dampaknya akan
mempengaruhi seluruh sektor.
Contoh : kenaikan harga BBM.
·
Pertumbuhan
ekonomi
Terjadi pertumbuhan di sektor
produksi. Kebutuhan seseorang akan bertambah dan tidak ada habisnya. Masalah
ini dapat diatasi dengan cara menaikkan produksi yang akhirnya berdampak pula
terhadap ekonomi.
·
Pemerataan
ekonomi
Bagi Negara lain ada yang menganggap
Indonesia telah maju dalam hal ekonomi,namun ada juga yang menganggap Negara
Indonesia belum maju dalam hal ekonominya. Ada yang merasakan namun ada juga
yang tidak merasakan ekonomi sehingga muncul teori dualisme ekonomi.
Makassar, Jakarta, bandungdan sebagainya
hanya kota ini saja yang berkembang di Indonesia padahal ada beribu-ribu kota
di Indonesia.
Jika harga harga naik maka akan
terjadi Inflasi. Inflasi adalah suatu proses meningkatnya
harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme
pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain: konsumsi
masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi
atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran
distribusi barang.
Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.
Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.
Macam-macam Inflasi
Inflasi dapat digolongkan menjadi
empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi
a. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun
b. inflasi sedang antara 10%—30% setahun
c. berat antara 30%—100% setahun
d. dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.
a. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun
b. inflasi sedang antara 10%—30% setahun
c. berat antara 30%—100% setahun
d. dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.
Sebab-sebab terjadinya Inflasi
Inflasi dapat disebabkan oleh dua
hal, yaitu tarikan permintaan dan yang kedua adalah desakan produksi dan/atau
distribusi. Untuk sebab pertama lebih dipengaruhi dari peran negara dalam
kebijakan moneter (Bank Sentral), sedangkan untuk sebab kedua lebih dipengaruhi
dari peran negara dalam kebijakan eksekutor yang dalam hal ini dipegang oleh
Pemerintah seperti fiskal, kebijakan pembangunan infrastruktur, regulasi, dan
sebagainya yang akan berdampak pada harga barang naik, jika harga barang naik
maka akan berdampak pada menurunnya produksi dan keuntungan perusahaan pun
menurun. Ketika perusahaan tidak bisa melakukan produksi maka perekonomian pun
akan hancur perlahan lahan. Konsumen cenderung membeli barang jika harganya
murah.kemungkinan orang akan mengganti pola konsumsinya atau mengganti dengan
barang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar